script src='http://elmubarok.googlecode.com/files/floating1.js' type='text/javascript'/>

http://ikkibondenkkesmas.blogspot.com/2010/03/about-me.html

Kata Rasullullah ada tiga amalan yang jika dikerjakan maka Amalnya akan mengalir meskipun yang mengamalkannya telah meninggalal dunia diantaranya adalah ILMU BERMANFAAT YANG DIAJARKAN.

Klik Dibawah ini..!

Minggu, 11 Juli 2010

Semoga Bermanfaat Kawan......

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh............

Tak bijak rasanya jika pertemuan ini tak diawali dengan proses perkenlan, iya salam kenal dan tentunya selamat datang semoga anda tidak nyasar kali ini........(untuk mengenal lebih jauh)....

Tentunya tidak niatan tuk sok tahu apalagi menggurui, sekedar penegasan blog ini hanyalah media tuk menumpahkan kreatifitas dan berharap suatu saat nanti sebagai media informasi sarat akan edukasi.

Teringat salah satu buku yang pernah saya baca (Analisis Wacana ” kebetulan punya teman yang dipinjamkan”) mengatakan bahwa “seorang penulis dalam merekontruksi kejadian akan terwarnai oleh idieologi sendiri sebagai subjektifitas penulis”

Berangkat dari kutipan tersebut maka isi dari blog ini tak terlepas dari idiologi saya selaku muslim yang berlatar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat dan dikhususkan tentang Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan diantaranya memuat tentang

1. Pengetahuan Dasar Stattistik
2. Seputar SPSS
3. Seputar Epi INfo 6.04
4. Uji Intrument ; Validitas dan Reliabilitas dengan SPSS
5. ITEMAN.EXE ; Uji Validitas dan Reliabilitas
6. Interrater Reliability
7. Chi - Square (X2)
8. Odds Ratio (Risk)
9. Uji Beda Dua Mean Independent (Parametrik & Non Parametrik)
10. Uji Beda Dua Mean Dependent (Parametrik & Non Parametrik)
11. Plus Tabel Distribusi (Z, T, F, r, X2)

Ok coba kita rivew kebelakang kenapa kemudian blog yang anda baca kali ini hadir......!

Sekitar setahuan lalu, ketika sibuk-sibuknya menyelesaikan tugas akhir Study dan saat itu betpa sulitnya mendapatkan Tutorial pengolahan data kesehatan yang sifatnya praktis. seperti anda saat ini jalan satu-satunya ya kewarnet (warung inetrnet) kali saja dapat......dan ternyata sulitnya minta ampun, nah itulah yang menginspirasi saya tuk membuat blog yang anda liat saai ini....

Karena itu bagi teman-teman yang tertarik silakan Udduh sepuasnya. blog ini di posting buat kalian kok


kata orang sih, pembentukan lingkunga menjadi alasan orang berbuat dan mengambil keputusan tertentu, termasuk dalam pembuatan blok ini, dan ijinkanlah saya melukiskan betapa indah dinamika, meskipun keras tetapi karena mereka semuanya tampak mudah dan tentunya asik

...langsung saja mereka adalah my best friend (@nton, Im@, Bojes, C3mm@, NyOnk, MaW@r, Didhi, CiN@, Farhu, Ulf@, IdHar, LuLu, Ayah Umar, Ninink dll) yang masing-masing telah menyelesaikan studinya dan saat ini melanjutkan kembali kehidupan yang sempat ditinggalkan selama 4 tahun lamaya demi kepentingan studi.

Dan buat kalian teman-temanku Kata orang "hidup itu pilihan dan lucunya ketika telah memilih terkadang hidup memaksa kita untuk memilih yang lain dan saya ingin bilang ketika suatu saat nanti garis tangan meghasruskan teman-teman tuk meginjkakkan kaki ke Kendari saya ingin kalian tahu dan ingat bahwa kalian punya teman disana" ok





tag:

Senin, 28 Juni 2010

Instrument Penelitian Kesehatan

Teknik pembuatan instrumen penelitian bidang kesehatan

Pada dasarnya sebuah penelitian beranjak dari suatu masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, kemudian menjadikan masalah tersebut sebagai undangan bagi kaum intelektual (akademisi) menganalisis kemudian menciptaan formulasi kebijakan yang terarah..
Didalam setiap keputusan selayaknya didasari sebuah data yang objektif/akurat agar kebijakan yang dilakukan relefan dengan permasalaahn yang sedang terjadi ditengah-tengah masayarakat.
Nah mendapatkan data yang akurat memerlukan sebuah Instrumen (alat ukur) tepat pula dimana alat ukur tersenut harus valid dan reliabel. Instrumen dibidang kesehatan dapat dikatakan susah-susah gampang. Susah karena bidang kesehatan mempunyai cakupan luas diseluruh aspek disiplin ilmu (psikologi, sosial dll). Nah kondosi inilah yang membuat Instrumen penelitian terkadang tidak menggunakan alat ukur fisik (penggaris, timbangan dll)
Karena itu pda kesempatan ini, kita akan membahas Teknik pembuatan Intrumen Penelitian kesehatan.
  1. Sebuah instrumen yang baik tentunya berawal dari Kerangka Konsep yang baik sebagai pijakan teori, agar mendapatkan sepemahaman dalam mendefinisikan suatu permasalahan yang ingin kita teliti (Kerangka Konsep).
  2. Membuat Batasan – batasan yang jelas tanpa ada kalimat atau definisi yang ambigu atau bermakna ganda (Definisi Oprasional”menyederhanakan / membuat definisi yang sifatnya prsktis agar mudah dalam pelaksanaan” dan Kriteria Objektif “Memberikan batasan yang jelas antara satu ketegori dengan kategori lainnya atau subjek satu dan subjek lainnya”)
  3. Kemudian Memformulasikan kedalam item-item pertanyaan atau pernyataan mengenai suatu permasalahan (mengklasifikasikan nilai / skor dari setiap item mis; Sangat Setuju (skor 4), Setuju (3), Tidak Setuju (2) dan Sangat Tidak Setuju (1) = favourable/positif. Sangat Setuju (1), Setuju (2), Tidak Setuju (3) dan Sangat Tidak Setuju (3) = Un favourable/Negatif
Catatan ; contoh diatas menggunakan skala Likert
  1. Jika dalam pelaksanaannya nantinya seorang peneliti dibantu oelh seorang Numerator maka terlebih dahulu menyamakan persepsi (agar segalany terkesean ilmiah maka dilakukan uji Interrater Reliability)
  2. Melakukan uji coba Instrumen untuk menentukan valid dan reliabel dari Instrumen yang kita buat. Uji VALIDIATSA DAN RELIABILITY klik Disini SPSS dan ITEMAN
  3. Dan langkah terakhir, kelapangan untuk melakukan pengumpulan data .

Beberapa jenis bentuk pertanyaan dalam kuesioner
  1. Pertanyaan tertutup
  2. Pertanyaan Terbuka
  3. Kombinasi Tertutup dan terbuka
  4. Pertanyaan semi terbuka
Berikut contoh Instrumen penelitian kesehatan (instrumen sosial)

CONTOH INSTRUMEN PENELITIAN KESEHATAN
GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA
.............................................
  1. A. Nomor Responden : ..........
  2. B. Karakteristik responden
    1. Jenis Kelamin : 1. Laki-laki 2. Perempuan
    2. Umur Responden : ........Tahun
    3. Tempat Tinggal : 1. Bersama Orang Tua 2. Bersama Keluarga 3. Kos
    4. Informasi Tentang Ses :
      1. Teman / Sahabat / teman sepermainan
      2. Orang Tua
      3. Guru Disekolah (Sex Edukations)
      4. Seminar / Penyluhan (pemerintah ataupun Swasta)
      5. Media Massa (Cetak dan Elektronik)
  3. C. Pengetahuan Siswa Tantang Seks Pranikah
Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan yang anda ketahui
I Pengetaian Seksual Pranikah Jawaban
1 Segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesma jenis Benar Salah
2 Merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maapun menurut agama dan kepercayaan masing-masing Benar Salah

Perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan atara peria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri Benar Salah
II Penyebab Perilaku Seksual Pranikah Jawaban

Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reprosuksi Benar Salah

Pergaulan semakain bebas serta kurangnya pemantauan dari orang tua terhadap anak sehingga remaja cenderung tak terkontrol dan terawasi Benar Salah
III Kesehatan Rproduksi remaja Benar Salah

Ciri-ciri seksual primer remaja laki-laki ketika telah mengalami mimpi basah Benar Salah

Ciri-ciri seksual primer pada remaja perempauan jika ditandai dengna membesarnya payudara dan pinggil melebar Benar Salah

Ciri-ciri seksual sekunder remaja laki-laki ditandai dengan perubahan pita suara menyebabkan suara lebih keras Benar Salah

Ciri-ciri seksual sekunder remaja perempuan ketika telah mengalami menarche Benar Salah
IV Resiko dan Dampak Perilaku Seksual Pranikah Jawaban

Dampak seksual pranikah meningkatnya pernikahan diusia dini Benar Salah

Tinggainya angka kehamilan tidak diinginkan Benar Salah

Faktor resiko kanker rahim dan kanker serviks yang diakibatkan pemaksaan organ seksual yang belum matang sepenuhnya Benar Salah

Resiko penularan HIV (Human Immunedevisiensi Virus) / AIDS (Adquared Immunodevisiensi Sindrom) dan PMS (Penyakit Menular Seksual) Benar Salah

Tindakan Aborsi akibat kehamilan tidak diinginkan pada remaja Benar Salah

Secara psikologi merasa bersalah /depresi/ takut dosa. Benar Salah

  1. D. Sikap Siswa Terhadap Seks Pranikah
Berilah respon dari pernyataan berikut sesuai dengan yang anda rasakan, dengan memberi tanda centang pada kolom jawaban sesuai
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS
1 Bila ada teman anda yang melakukan perilaku seksual pranikah layaknya suami istri padahal mereka belum menikah, bagaimana tanggapan anda mengenai tindakan tersebut



2 Dizaman modern sekarang ini berpelukan berciuman (basah Kering) menyentuh / merabah bagian tubuh yang sensitif saat berpacaran wajarkah



3 Dengan alasan cinta, sayang, takut dibilang tidak gaul, menurut anda wajarkah seorang remaja melakukan seksual pranikah dengan alasan tersebut



4 Remaja Menukai mengakses informasi berbau porno (Film, gambar)



5 Mendapati teman sekolah/sepermainan anda yang hamil diluar nikah, menurut anda wajarkah hal demikain



6 Say No To seks Pranikah setujukan anda dengan selogan tersebut



7 Ada teman anda yang menyatakan tidak ada perilaku seksual tanpa adanya pernikahan terlebih dahulu, menurut anada



8




9




10











Keteranga ;
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju

Minggu, 14 Maret 2010

Nutrisurvey

Ni satu lagi program kesehatan yang kali ini bisa dibagikan untuk anda yaitu, Nutrisurvey..! Nutrisurvey adalah program untuk mengalaisis kandungan zat gizi bahan makanan dan atau resep makanan, menentukan kebutuhan zat gizi berdasarkan umur, jenis kelamin dan aktifitas fisik sampai pada penentuan status gizi secara individual, program ini banyak digunakan bagi mereka yang berfofesi kesehatan gizi atau katakanlah ahli gizi apakah itu yang terintegrasi ke akademis atau praktis.
Seperti halnya program-program kesehatan lainnya dibuat untuk memudahkan perhitingan yang secara manual bisa dilakukan namun terbilang sulit dilakuakan apa lagi zaman sekarang ini, zaman dimana setiap orang menuntut efisiensi.
Nah sebelum melangkah lebih jauh tentunya  terlebih dahulu anda harus memiliki program dikomputer anda yang telah terinstal dengan baik, penulis menyarankan anda berkunjung ke www.nutrisurvey.de. Namun kali ini tidak seperti epi info yang secara khusus penulis sediakan proses instalasi karena terbilang rumit, untuk nutrisurvey anda bisa melakukannya sendiri dirumah dengan dengan mengikuti instruksi instalasi seperti sofware-sofware lainnya (kata orang” Next-Next saja, gampang kan)

Instalasi EPI INFO 6.04

Dibandingkan dengan sofware yang lain, Epi info sedikit lebih ribet dalam instalasinya, nah kemudian menginspirasi penulis memposting Tutorial kali ini....tapi sebulmnya marikita berkenalan lebih jauh dengan Epi INfo;

Epi Info 6.04 adalah sofware yang digunakan dalam bidang kesehatan dan dirancang menangani data dengan pendekatan Epidemiologi. Prangkat ini di produksi The Division of Surveillace and Prevention (CDC)Atlanta georgia bekerja sama dengan Word Helath Organisation (WHO). Bagi anda yang menginginkan Sofware ini tentunya sangat disarankan untuk mengambilnya melalui situs resminya www.cdc.gov/epiinfo/ei6.htm atau www.cdc.gov/epiinfo/ei2000.htm

Nah dari situs-situs itulah anda bisa meng downloadnya secara gratis tentunya dan asiknya prangkat ini tidak banyak mengampil space di memori komputer anda, Pada dasarnya Epi Info 6.04 terdiri dari empat file aplikasi (exe) antara lain : EPI06_1.exe (1,367 Kb), EPI06_2.exe (1,311 Kb), EPI06_3.exe (1,330 Kb) dan 4bupdate.exe (1,267 Kb)

Setelah anda sudah mempunyai empat file tadi, maka selanjutnya tentu proses instalasi pun menjadi langkah yang mesti dilakukan jika memang anda ingin memaksimalkan penggunaannya dikomputer anda. Ok saya naggap anda sudah memiliki file Epi Info 6.04, buatlah Folder tersendiri tuk menyimpan file tersebut dan tentu menjadi wewenang anda untuk menyimpannya di Drive mana.

Sekarang bukalah File yang tersimpan didalam Folder yang baru kita buat tadi, secara berturut turut file ke-1 sampai ke-4 akan di Ekspansi. Sekarang mari kita lakukan bersama-sama. Dobel Klik File EPI06_1.exe sampai tampil gambar berikut:

Gambar 01

Ketiklah “Type” kemudian “Enter” dan selanjutnya tekan tombol “Y” pada kibord. Dan “Enter” klo lankah tersebut dilakukan dengan benar maka akan muncul file baru sebanyak 24 file. Nah lakukan hal yang sama pada sisa file Epi Info lainnya sampai masing-masing tampil 15 file untuk EPI06_2.exe dan EPI06_3.exe dan 21 file untuk 4bupdate.exe, sehingga total file 80 file dengan kapasitas 11,7 Mb. Seperti pada gambat berikut;

Gambar 02

Setelah semua hal tersebut dilakukan, carilah file INTALL dari tumpukan file tadi, dan Doubel klik, kemudian ketik “D” kemudian “Enter” ketik “D” lalu letik “I” sampai tampil gambar berikut:


Gambat 03

Langkah berikutnya klik tombol “F8” di kibord untuk memilih semua driver monitor, dan kemudian tekan “F4”,

Gambar 04

Selanjutnya “F8” untuk memilih semua driver printer dan “F4” untuk melanjutkan proses. Setelah itu tekan “F4”


Gambar 05

Selanjutnya “F8” untuk memilih semua group instal dan “F4” untuk melanjutkan proses.


Gambar 06

dan “F4” untuk melanjutkan proses.



Gambar 07

Setelah itu tekan “F4”

Gambar 08

Kemudian Enter. setelah proses instalasi selesai selanjutnya, carilah "Setup" kemudian Double klik
Lihat gambar...

Gambar 09

Hingga tampak gambar berikut, kemudian "OK" jika anda ingin langsung masuk ke program

Gambar 10

setelah itu ke tampilan depan komputer lalu paste untuk menampilkan di Desktop.


Gambar 11
Jika sudah anda copy, silahkan Double klik Icon Epi info di Desktop, atu program kemudian Epi INfo

Gambar 12

Pada kesempatan ini cukup sampai sini dulu ya…entar dikesempatan berikutnya kita melangkah ke tahap aplikasi praksis Epi Info denngan contoh kasus tentunya agar memudahkan dalam memahaminya…..

Semalat Mencoba….. dan sukses buat kita semua.

Mengenai SPSS

Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan


Pengolahan dan analisis data melalui program SPSS sangatlah mudah tetapi bagi yang tidak menngtahuinya tetap saja buat mereka sulit. tanpa niatan mengurui sama sekali karena itu marilah kita sedikit – sedikit melihat pengoprasian SPSS dengan mengunakan comtoh kasus sehingga terkesan lebih aplikatif dengan langkah demilangkah, karena SPSS adalah salah satu program pengolahan dan analisis data karena itu sebelum mengetahui “Apa SPSS itu.? dan langkah -langkah pengoprasiannya” marilah kita liat jenis – jenis data terlebih dahulu:

Data dalam statistik secara umum dapat digolongkan menjadi 2 macam yaitu:

  1. Numerik data ini terbagi atas dua yaitu diskrit atau data yang bernetuk bilangan bulat dan kontinu yang berbentuk bilangan decimal.
  2. Kategorik

Skala Pengukuran

  1. Skala nominal adalah skala yang tidak memiliki tingkatan atau jenjang (data sati lebih tinggi dari yang lainnya) skala mengelompokkan obyek atau peristiwa dalam berbentuk kategori. Skala nominal diperoleh dari pengukuran nominal yaitu suatu proses mengklasifikasian obyek-obyek yang berbeda kedalam kategori-kategori berdasarkan beberapa karakteristik tertentu. Karakteristik data nominal adalah 1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori) 2. Kategori data tidak disusun secara logis
  2. Skala ordinal adalah jenis skala yang menunjukkan tingkat. Skala ini biasanya dipergunakan dalam menentukan ranking seseorang dibandingkan dengan yang lain. misalnya ranking siswa dikelas dibuat dari nilai tertinggi sampai nilai terendah. Ranking pertama dan kedua tidak memiliki jarak rentangan yang sama dengan rankin kedua dan ketiga. Contoh lain skala ordinal adalah nilai mahasiswa dalam bentuk huruf, A, B, C, D dan E. skala ordinal memiliki karakteristik: 1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori) 2. Kategori data tidak disusun secara logis 3. Kategori data disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki
  3. Skala interval adalah skala yang yang memiliki jarak yang sama antar datanya akan tetapi tidak memiliki nol mutlak. Nol mutlak artinya tidak dianggap ada. Salah satu cirri matematis yang dimiliki skala interval adalah penjumlahan. Dengan demikian, kita dapat membuat operasi penambahan atau pengurangan. Misalnya, jarak pada temperature tertentu. Jarak antara 250F dengan 500F sama dengan jarak 750F dengan 1000F. akan tetapi, skala suhu ini tidak memiliki titik nol mutlak sehingga kita tidak bisa melakukan operasi perkalian dan pembagian. Untuk itu maka ada satu lagi skala yaitu skala rasio.
  4. Skala rasio adalah skala pengukuran yang memiliki nol mutlak sehingga dapat dilakukan operasi perkalian dan pembagian. Misalnya berat badan, tinggi badan, pendapatan dan lain sebagainya. untuk melakukan pengujian hipotesis, maka data yang kita miliki minimal berskala interval. jika data berskala nominal atau ordinal, data tersebut harus ditransfer dulu ke skala interval baru bisa di lakukan pengujian hipotesis.

Sejarah SPSS

SPSS adalah progrsm / sofware yang digunakan untuk pengolahan dara statistik. dibandingkan dengan berbagai program olah data statistik lainnya SPSS semerupakan yang paling banyak digunakan dan diminati oleh para peneliti. SPSS sendiri di dikembangkan sekitar 1960 an sebagai perangkat lunak untuk sistim komputer Mainframe oleh Norman H Nie C Hadlay dan Dale Bent dari Stanford University, kemudian pada tahun 1984 muncul dengan versi PC bernama SPSS PC+ kemudian pada tahun 1992 tercipta untuk versi Windows dengan nama SPSS for Windows. setelah itu SPSS mengalami banyak perkembangandari waktu ke waktu dimana SPSS yang dahulu penggunaannya hanya terbatas pada ilmu sosial saja merembet ke didiplin ilmu yang lainnya misalnya industri, perbangkan, ekonomi, telkomunikasi, kesehatan dll. sehingga pada waktu itu SPSS yang semula akronim sari Statistical Package For Social Solutions mengalami tranformasi nama menjadi Statistical Sistim and Cervice Solutions.

Mengenal Area Kerja SPSS

Menu utama dalam SPSS:

  1. File = berisi fasilitas pengolahan / manajement data file (membuat data baru, membuka file data membaca file dll)
  2. Edit = memodivikasi (memngkopi, menghapus dan mengganti data)
  3. View = digunakan untuk mengatur toolbar
  4. Data = digunakan untuk manajemen dan pengolahan data (membuat, mendefenisikan nama variabel, mengambil/menganalisis sebagian atau menggabungkan data)
  5. Transform = digunakan untuk transormasi / memodivikasi data (pengelompokan variabel, pembuatan variabel baru, serta fasilitasd matimatis +, -, x, % dll)
  6. Analyze = memilih sebagian prosedur statistik (univariat, bivariat dan multy variat)
  7. Graph = Visualisasi data
  8. Untilities = menampilkan berbagai informasi mengenai file
  9. Window = menu untuk berpindah dari jendela satu kejendela lainnya (jendela data ke jendela output)
  10. Help = membuat informasi bantuan menggunakan berbagai fasilitas SPSS.

secara umun tampilan SPSS terbagi dua area kerja (Data views yang berfungsi untuk menginput dan mengedit data dan Varaible View berfungsi untuk membuat dan mendefenisikan variabel).




Minggu, 28 Februari 2010

UJI Validitas dan Reliabilitas

A. VALIDITAS
Ada dua syarat yang berlaku pada sebuah instrument penelitian yaitu keharusan sebuah instrumen tersebut untuk valid da reliabel. Seperti yang kita ketahui bersama Validitas itukan ketetapatan / kecermatan / kesesuaian suatu alat ukur dengan apa yang akan diukur, dengan kata lain suatu kuesioner dikatan valid jika pertanyaan itu mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh alat ukur tersebut. misalnya mengukur kepuasan pasien maka pertanyaan yang harus diberikan untuk mengukur kepuasan pasien adalah pelayanan, perawatan, sarana rumah sakit, dokter dll.
Ada tiga jenis validitas
  1. Face Validity : pengujian tipe ini dilakukan melalui penilaian melalui penilaian para ahli / orang lain mis: seberapa kemampuan sebuah sebuah pertanyaan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur contoh : seberapa jauh anda terlibat dalam penanggulanga DB.? apakah pertanyaan ini sudah mengukur keterlibatan responden.?
  2. Construct Validity : sebera[a mampu sata atau beberapa pertanyaan mengukur sebuah konstruk tertentu, misalnya apakah pertanyaan A, B, C sudah bisa dikatakan mengukur konstruk X.? pengujian bisa dialkukan denganh analisis faktor / kerelasi
  3. Criterian Validity : mengkur suat pendapat yang berasal dari partisipan berbeda misalnya sebuah pertanyaan sama diberikan kepada responden yang berbeda (responden pendidikan tinggi dan rendah)
1. Cara Mengukur Validitas
pada program SPSS teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk mengukur validitas adalah dengan menggunakan korelasi bivariate pierson dan corected item – total correlation yang masing-masing langkah pengujiannya akan kita bahas satu persatu
1. Bivariate Pearson = analisis ini digunakan dengan cara mengkorelasikan item dengan skor total. skor total : penjumlahan dari keseluruhan item. pengujiannya menggunakan uji 2 sisi dengan taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria
- Jika rhit > rtabel maka instrumen / item – item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap total (dinyatakan valid)
- sebaliknya Jika rhit <>
B. RELIABILIY
Pertanyaan dikatan reliable jika jawan seseorang terhadap pertanyaan konsisiten atau satabil dari waktu ke waktu, jika seseorang di waktu tertentu ditanyakan mengenai suatu hal adalah (A) maka ketika dilakukan pertanaa ulang/kembali dengan pertanyaan yang sama dilain waktu maka jawannya etap (A).
Prinsip UJi:
- Uji validitas dilakukan masing- masing pertanyaan dari variabrl
- Uji eliability dilakuan erhadap seluruh ertanyaan ari variable
Antara pertanyaan variable dengan variable lain tidak dilaukan uji validitas dan realiabilitas secara bersama-sama mengingat setiap vaiabel memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Contoh kasus:
seorang mahsisiwamelakukan penelitian sebagai tugas akhir study dengan menggunakan skala untuk mengetahui tingkat depresi pasien dengan 10 item pertanyaan dengan menggunakan skala likert, yaitu 1 = selalu, 2= sering, 3= kadang-kadang, 4= tidak pernah
contoh Kuesioner peelitain
.....................................
Sehingga didapat data sebagai beikut (data Fiftiv)
No P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10
1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4
4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4
7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
9 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2
10 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
12 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
13 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3
14 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2
15 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2
16 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
17 4 4 2 4 3 4 4 4 3 1
18 3 3 1 3 3 3 3 3 3 1
19 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1
20 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4
untuk memudahkan anda dalam mengentry data ke SPSS maka anda bisa mendownload data diatas dalam format Excel guna efesiensi Klik Disini
Langkah pnyelesaian
A. Uji Corelasi pearson product moment
Ikuti langkah-langkah berikut
1. Masuklah ke program SPSS Anda dengan mengetik program – desktop SPSS
Gambar 01
2. Buatlah nama variable satu persatu dengan mengklik jendela “Variable View” dan buatlah variable “Nor” dengan megketikkannya tanpa spasi di “Name” - pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” - kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis - kolom “Label” Nomer responden” - kolom “Values” abaikan saja.
3. Ulangi hal tsesebut dengan mebuat nama variable “pengetahuan 1, pengeathuan 2, pengetahuan 3 sampai 10” seperti gambar berikut:
Gambar 02
4. Entry data ke SPSS dengan mengklik “Data View” sehingga tampak seperti gambar dibawah ini:
Gambar 03
5. Kemudian melakukan analisis dengan memilih sub Analyze – sub menu Scale - Reliability Analisis.
Gambar 04
6. Setelah menu tersebut akan mucul kotak dialog berikut (Reliability Analisis) Masukkan semua pertangaan e otak Item
Gambar 05
7. Pada “model” biarkan tetap pilihan pada Alpha“
8. Klik Options “Statistics” (gambar reliable analisis : item)
Gambar 06
9. Pada bagian deskriptivs for“ klik pilihan “item”, “Scale”, “Scale item deleted”
10. Klik “Continue”
11. Klik ok sesaat kemudian muncu hasil output seperti pada table dibawah ini.
Gambar 07
12. Uji Validitas Kesimpulan : terlihat dari 10 peratanyaan ada dua pertanyaa yang r hasil < r="0,1373)">
13. Kemudian ketika hasilnya diketahui pilihannya dua (mengganti atau menghilanggkan pertanyaa yang tidak valid tadi) kemudian analisis ulang/kembali dengan langkah-langkah yang sama sampai didapatkan hasil yang semuanya valid.
14. Pada kesempatan ini penulis mengeluarkan pertanyaan yang dinyatakan tidak valid dan menganalisis kembali. (lakukanlah sendiiri) sampai tampil gambar berikut

Gambar 08
15. Uji Reliabilitas: setelah semua pertanyaan sudah valid semua, analisis selanjutnya dengan reliability. Untuk menetahui reliabilitas caranya dengan membandingkan nilai r hasil dengan nilai konstanta (0,6) “bisa juga dengan r table”. Dalam uji realibilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai “alpha” (terletak diakhir output) ketentuan : bila r alpha > konstanta (0,6) maka pertanyaan dinyatakan reliable. Dari hasil uji diatas ternyata r Alpha(0.9762 lebih besar dibandingkan dengan 0.6 maka kedelapan pertanyaan datas dinyatakan reliable.

UJI ITEMAN (VALIDITAS DAN RELIABILITAS)

UJI ITEMAN ( VALIDITAD DAN RELIABILITAS)

Perlu diketahui bahwa uji korelasi seperti contoh pada uji validitas dan reliabilitas melakui program SPSS diatas digunakan untuk pertanyaan yang meggunakan skala/skor butir “kontinium” seperti skala likert (1-5 / 1-4) yang merupakan skala ordinal. Sedangkan untuk butir soal “dis-Kontinium” (misalnya soal obyektuf skala Gutman dengan skor 0 dan 1) maka menggunakan Program ITEMAN misalnya:

Berikut kita akan membahasnya secara lengkap dolengkapi dengan gambar disetiap langkah pengoprasiannya beserta contoh datanya:

Contoh kasus: Seorang mahasiswi ingin melakukan pengujian validitas dan reliabilitas alat ukur dimana alat ukur yang diguakan terdiri dari 10 pertanyaan yang diberikan kepada 10 responden dan disetaip pertanyaan terdiri dari 2 pilihan dengan meggunakan skala gutman (skala untuk melihat ketegasan responden 0=salah dan 1=benar)

Berikut ini contoh hasil data kuesionar penelitian (FIFTIV):


P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10
1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
0 0 0 0 0 0 0 0 1 1
1 1 1 1 1 1 0 0 1 1
1 1 1 1 1 1 0 0 0 1
0 0 0 0 0 1 1 1 1 1
1 1 0 0 0 0 0 0 0 1
0 0 1 1 1 1 1 1 1 0
1 1 1 1 1 1 1 0 1 0
1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
0 1 1 1 1 1 1 1 1 0


Sebelumnya di computer anda saaat ini seharusnya anda sudah memiliki program ITEMAN.EXE tapi kalau anda tidak memilikinya anda bias mengdownloadnya disini

Pada dasarnya program ITEMAN terdiri dari 2 (dimana masing-masing sebagai Entry dan save data kemudian yang lainya sebagai analisis data) namun disetiap computer anda saat ini diberikan fasilitas “Notepad” sebagai pengimput data yang akan dianalisis oleh ITEMAN.EXE.

1. Langkah pertama kliklah dikomputer anda“All Program” kemudian “Assesoris” lalu “Notepad” seprti pada gambar berikut:

Gambar 01

2. Sehingga akan muncul kotak dialog berikut:

Gambar 02

3. Kemudian entry data yang akan kita analisis dalam hal ini contoh data diatas, masing-masing sebagai berikut:

_10_O_N_10

1111111111

2222222222

YYYYYYYYYY

(DAN SETERUSNYA)

Ket : baris pertama tanda (“_” berarti “Spasi”), (10 artinya sepuluh pertanyaan), (10 artinya sepuluh digit jawaban pertanyaan terhitung dari nomor)

4. Sehingga tampak seperti gambar dibawah ini:

Gambar 03

5. Kemudian save dengan nama “latihan” :catatan: antara program ITEMAN dan Data yang di save melalui notaped satu folder)

6. Nah sekarang masuklah ke program ITEMAN dengan mengklik ganda Program ITEMAN yang barusan Anda Download. Sehingga tampak gambar berikut:

Gambar 04

7. Pada “Enter The name of the input file: ketikkan sesuai dengan nama file yang di notaped yaitu “latihan.txt” lalu Enter

8. Pada Enter the name of the output file: ketikkahn “hsllatihan.txt” lalu Enter

9. Pada Do you want the scores written to afile? (Y/N) ketikkan “Y” lalu enter

10. Pada Enter the name of the score file: ketikkan “scrlatihan.txt” lalu enter

Gambar 05

11. Jika anda berhasil maka program ITEMAN akan keluar dengan sendirinya menandakan anda sukses dalam menganalisis data tersebut. Dan sekarang untuk melihatn hasil analisis masukklah ke folder penyimpanan ITEMAN dan Data Notaped tadi seprti ini :

Gambar 06

Gambar 07


Keseimpulan : terlihat di hasil analisis tuk melihat validitas dari pertanyaan silakan lihat di kolom "Poin Biser" dibandingkan r tabel 0.632 (lihat tabel r dengan jumlah responden 10) maka dari data diatas dapat dikatakan bahwa pertanyaan no 1, 2, 7, 8, 9 10 (dinyatakan tidak valid) atau <>

kemudian reliabel dengan melihat Alpha (0.682) lebih kecil dari r tabel maka dinyatakan tidak valid.

untuk hasil yang maksimal sebaiknya dan seharusnya ketika terdapat pertanyaan yang tidak valid maka ada du alternatif yang pertama ganti pertanyaan tersebut atau menghilangkannya sampai semuanya valid dan selanjutnya reliable


Interrater Reliability

UJI INTERRATER RELIAILITY

Pada penelitian kesehatan seringkali kita menggunakan teknik pengamatan (observasi), misalna ingin mengetahui perilaku perawat dalam melakukan ashan keperawatan , mengamati dokter dalam melakukan pegkajian terhadap pasien, dll. Dengan metode pengamatan observasi( seringkali antara peneliti dengan pengumpul data terjadi perbedaan persepsi teradap kajian yang diamati. Agar data yang dihasilkan valid, maka harus ada penyamaan persepsi antara peneliti dengan si pengumpul data. Uji interrater reliability merupakan jenis uji yang digunakan untuk menyamakan persepsi dalam hal ini antara peneliti dan si pegunpul data. Alat yang digunakan untuk uji ini adalah uji statistic Kappa.
Ketentuan uji:
- Kalau si pengumpul data banyak maka uji dilakukan terhadap masing-masing pengumpul data
- Dilakuka terhadap masing-masing pertanyaan
- Peneliti dan si pegumpul data bersama-sama mengobservasi
- Waktu mengobservasi antara peneliti dan si pengumpul data tidak boleh berbeda
Perinsip Uji :
- Bila nilai koefisien kappa > 0,6 atau p value & alpha (0,05), maka persepsi antara peneliti dengan si penumpul data sama
- Bila nilai koefisien kappa < 0,6 atau p value & alpha (0,05), maka persepsi antara peneliti dengan si penumpul data terjadi perbedaan
Contoh kasus
“Seorang peneliti melakukan peeliian terhadap perlaku perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan, kemudian dengan instrument lembar observasi peneliti melakuka pengamatan dank karena guna efesiensi waktu maka peneliti membutuhkan tim untuk membantu melakukan observasi maka sebelumnya harus dilakukan uji interrater reliability”.
Apakah dalam melakukan pengkajian sampai evaluasi perawat melakukan engan baik ?
Baik 2. Cukup. 3. Kurang baik
Kemudian dilakukan uji coba dengan pengamatan terhadap 15 perawat hasilnya Sbb.
Tabulasi Data (Fiftif)

NO prawat Peneliti numerator
1 1 3
2 2 2
3 1 1
4 2 3
5 2 2
6 2 2
7 3 2
8 1 1
9 1 2
10 2 3
11 2 1
12 2 3
13 2 2
14 2 3
15 3 3
Ujilah apakah ada persamaan persepsi antara peneliti dengan si pengumpul data?
Langkah penyelesaian :
1. Pilihlah program SPSS dengan mengklik Allprogram dan SPSS For Windows:

Gambar 01
2. Buatlah nama variable dengan mengklik “Variable View” dam memasukkannya satu persatu “Penelitian” dengan megketikkannya di “Name” – pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” – kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis – kolom “Label” Ketikkan “Penelitian”- kolom “Values” sampai seperti gambar dibawah ini:

Gambar 02
3. kemudian input atau entry data ke "Data View" sehingga tampak seperti gambar dibawah ini


Gambar 03
4. Tibalah saatnya melakukan pengujian dengan mengklik tab menu “Analyze” – Sub menu “Desciptif” – sub-sub menu “Crostab” seasaat kemudian akan tampil gambar Crostab.


Gambar 04
5. Pindahkan variable “Penelitian” ke “Row” dengan mengklik tanda panah. Begitupun variable “Numerator” ke “Column(s)” sepeti gambar dibawah berikut:

Gambar 05

6. Klik tombol “statistik“ dan klik “Kappa”


Gambar 06
7. Klik “cntinue” lalu “Ok” dan hasilnya sbb:
Gambar 07

8. Interpretasi data : dari hasil uji koefisien kappa = 0.184 dan p value =0,265 dengan hasil ini berarti koefisie kappa < 0,6 dan p value >0,05, dengan demikian dapat disimulkan ada perbedaan persepsi mengenai perilaku perawat yang diamati antara peneliti denagn s pegumpul data (si pengumpul data harus di training terlebih dahulu sebelum melakukan observasi sungguhan)

Odds Ratio

CASE CONTROL:

Menurut murti (1997) penelitian akasus control adalah penelitian epidemiologi yang memepelajari hubungan antara pajanan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok control bedsarakan status pajanannya.

Era komputerisasi saat ini memeudahkan kita para akademisi maupun para praktisi kesehatan dalam melakukan analisis data salah satunya denagan memamfaatkan program SPSS. Tapi sebelum itu terlebih dahulu seperti biasa agar mudah dipahami dalam aplikasinya kita buatkan contoh kasus sebagai berikut:

Seorang mahasiswa ingin melakukan peelitian dengan rancangan penelitian case control atau kasus control dengan dengan pengujian analisis ord ratio (Risk dalam SPSS) dengan judul “analisis factor resiko kejadian jantung kroner pada pasien di RS X tahun Y

Dan didapatkan data sebagai berikut (Fiktif):

No Kebiasaan merokok JK
1 1 2
2 2 1
3 1 2
4 1 2
5 1 2
6 1 2
7 1 2
8 2 1
9 1 2
10 1 2
11 2 2
12 2 1
13 2 1
14 1 2
15 2 2
16 1 2
17 2 1
18 1 2
19 1 2
20 1 2
21 1 2
22 2 1
23 2 2
24 2 1
25 2 1
26 1 2
27 1 1
28 1 1
29 2 1
30 1 2
31 1 2
32 2 2
33 1 2
34 2 1
35 1 2
36 2 1
37 1 2
38 1 1
39 1 2
40 1 1
41 1 2
42 1 1
43 1 2
44 1 2
45 1 1
46 1 2
47 1 2
48 1 2
49 1 2
50 1 2
51 1 2
52 1 2
53 1 2
54 1 2
55 1 2
56 1 1
57 1 1
58 1 2
59 1 2
60 1 2

Download data diatas dalam bentuk Excel agar memudahkan dalam entry data jika nada inginj mencobanya dirumah Klik disini

Ket: Kebiasaan Merokok (1= perokok, dan 2=bukan perokok). JK (1= JK dan 2=Tidak JK)

Penelesaian dengan SPSS:

1. Pilihlah program SPSS dengan mengklik Allprogram dan SPSS For Windows:


Gambar 01


2. Masuklah ke Variabel View dan buatlah variable “Merokok” dengan megketikkannya tanpa spasi di “Name” – pada kolom “Type” biarkan tetap “Numeric” – kolom “With” abaikan saja karena SPSS akan mengaturnya secara otomatis – kolom “Label” Ketikkan “Kebiasaan Merokok” – kolom “Values” kliklah tanda titik “…” sesaat akan tampil kotak dialog

3. Ketikkan angka “1” pada kolom “Value” kemudian pada kolom “Value Label” Ketikkan “Perokok” lalu klik “Add” tuk memasukkan data, seperti pada gambar diatas,

Gambar 02


4. Ulangilah hal tersebut tetapi pada “Value” Ketikkan angka “2” lalu kolom “Value Label” ketikkan “”Buan Perokok” dan “Add” tuk memasukka data, kemudian klik “Ok” sehingga tampak seperti ini:

Gambar 03


5. Kemudian klik “OK”

6. Pada kolom “missing” dan seterusnya abaikan saja

7. Pindahlah ke tampilan “Data View” dengan mengkliknya dan Etry data pada table diatas ke SPSS. Seperti gambar berikut:

Gambar 04


8. Tibalah saatnya melakukan pengujian dengan mengklik tab menu “Analyze” – Sub menu “Desciptif” – sub-sub menu “Crostab”

Gambar 05


9. seasaat kemudian akan tampil gambar Crostab. Pindahkan variable “Perokok” ke “Row” dengan mengklik tanda panah. Begitupun variable “Bukan Perokok” ke “Column(s)” sepeti gambar dibawah berikut:

Gambar 06


10. Klik tombol “statistik“ dan klik “Risk”

Gambar 07


11. Klik “cntinue” lalu “Ok” dan hasilnya sbb:

Gambar 08

Interpretasi :

OR = 1 ; factor resiko bersifat netral (atau Bukan factor reskiko)

OR > 1 ; confient interval (CI) > 1 รจ faktor resiko penyebab penyakit

OR <> 1 faktor pelindung atau protektif

12. Dari table analisis diatas diperoleh nilai OR pada baris Odds Ratio yaitu 0,079 (95%CI:0.020 -0.311) maka dapat disimpulan bahwa kebiasaan merokok merupakan factor resiko penyebab penyakit. Dimana OR (0.079) > 1.

Kita disini dilihat bahwa kebiasaan merokok bukan faktor reiko malah sebagai vaktor pelindung atau protektif (kenapa demikian karena datanya fiftif / asal buat saja) tentunya berbeda halnya ketika datanya benar-benar hasil pengumpilan dilapangan, tulisan ini hanya keperluan latihan saja.